Langsung ke konten utama

Terima Kasih 2016

28/01/2017. 17.53. Surabaya hujan deras

Yaaaappppp I know I know, pasti yang baca pada komentar dalam hati atau langsung "apaaaa??? baru sekarang mo ngucapin terima kasih?" atau "ga kurang telat apa dew?" dan komentar-komentar yang lain, hahahahahaha... Waktu mo nulis ini juga saya mikir gitu, apa nih tulisan ga telat banget yaaa, tapi daripada ga sama sekali ya kaaannn... Ada yang bilang tidak ada kata terlambat, mending terlambat daripada tidak sama sekali *alasan pembenaran diri*. Aslinya biar ada bahan nulis aja, hahahaha... Tapi ga ding, ini murni karena saya memang harus nulis ini sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih karena di tahun 2016 lalu banyak hal berkesan yang kualami. Jadi tulisan ini bisa menjadi dokumentasi dan pengingat untuk diriku. Dan juga syukur-syukur yang baca dapat inspiasi atau pesan moral, hahahahahahaha #hatitulus.

Tahun 2016. Bisa saya bilang tahun 2016 ini tahun dimana saya dibentuk oleh Yang Maha Kuasa menjadi pribadi yang lebih kuat dan berserah, selain dari banyak kejadian-kejadian penuh syukur hohohohoho.... Dimulai dari awal tahun 2016 dimana saya bisa berkumpul dengan keluarga, bapak mama dan adikku di makassar. Yaahhh saya termasuk anak durhaka yang sejak mengenal kehidupan kuliah jarang banget pulang kampung. Pulang kampung kalo sudah dapat ancaman atau lagi sadar diri aja, hahahahaha. Pulang kampungnya ga tanggung-tanggung, sekitar 3 apa 4 bulan berada di makassar, terhitung dari pertengahan desember 2015 setelah wisuda sampai akhir bulan maret 2016. Betah banget rasanya berada di rumah, tempat orang-orang menerima apa adanya saya. Bertemu keluarga besar juga dengan segudang cerita karena lama ga ketemu. Melihat sodara-sodara sepupu yang beranjak besar. Aaaahhhh saya jadi merasa udah tua aja, hahahahaha, maklum saya termasuk yang kakak karena kebanyakan sepupu masih imut-imut. Tapi dari itu semua yang paling berkesan adalah keluarga melibatkanku dalam banyak hal perihal pergumulan keluarga. Setidaknya mereka bercerita padaku dengan segala ekspresi dan meminta saran dariku. Mereka telah menganggap diriku dewasa dan saat itu juga saya bersyukur menjadi dewasa. Selain itu saya juga bertemu dengan orang-orang yang ambil bagian dalam keputusanku untuk merantau. Setidaknya saya bersyukur karena mereka mendukungku melihat dunia yang luas dengan kedua mata, ga sebelah mata lagi. 

Tahun 2016 juga bisa bertemu dengan sahabat-sahabat dan keluarga rohani. Kami bisa punya quality time yang singkat tetapi berkesan. Tidak perlu ngobrol berhari-hari, satu hari bersenda gurau menertawakan diri sendiri itu sudah cukup. Mengetahui pergumulan masing-masing dan saling mendoakan sudah sangat berkualtas. Tidak bisa dibandingkan seperti dulu, tetapi setidaknya waktu singkat itu sangat berkesan. Walaupun satu diantara mengalami pergumulan besar sampe merubah banyak hal, tetapi setidaknya saya bisa melihat bahwa Dia campur tangan membereskan dan mengijinkan persahabatan kami semakin erat. Oh iya, di akhir tahun 2016 ini salah satu sodara rohaniku menikah. Akhirnya ada satu yang meberikan semangat pada kami yang jomblo ini, hahahaha... Selamat ya saaaayyyy, aku bahagia bahagia bahagia!!!!!! Sedih tidak bisa memenuhi janji untuk hadir dalam hari bahagiamu, tapi doa kami selalu menyertai... Bulan madu ke malang yaaaaa

Pertengahan tahun adalah masa dmana disitulah saya dibentuk sedemikian rupa. Masa dimana tiap hari saya meminta semoga itu semua adalah mimpi buruk. Tetapi kenyataannya tiap bangun pagi saya menyadari itu bukan mimpi tetapi realita yang harus saya hadapi. Tiap hari terima telpon dari keluarga dengan hati pahit, suara tangisan, kekecewaan yang besar. Tidak tahu harus cerita ke siapa, malu banget rasanya. Hidup dimulai dengan bangun tidur dengan mood jelek, ketakutan tiap hape berdering, menangis dan malam sebelum tidur berharap ini mimpi. Buussyyyeeettt, jatuh banget, hancur sehancur hancurnya. Tapi disitulah saya ditegur dengan sangat keras. Disitulah saya diingatkan bahwa penyertaanNya kekal, Dia memberi kekuatan padaku dan memampukanku melewati semuanya. Disitu saya ingat tentang resolusiku untuk tahun 2016, sala satunya adalah saya mau belajar tentang berserah diri. Saya lupa? Betul sekali, saya lupa dan saya kembali diingatkan. Daaaannnn, saya disertai, saya diberi kekuatan dan saya dimampukan. Saya punya Tuhan yang luar biasa!!!!!! Itu semua membuatku mengampuni dan mengasihi keluargaku dengan lebih lagi.

Di bulan November diberikan sukacita, bukan hanya karena saya berulang tahun, tetap juga karena saya bertemu dengan ibu-ibu yang luar biasa. Mereka perempuan yang sangat kuat dan penuh kasih sayang. Mereka adalah orang tua anak autis yang berjuang untuk masa depan anak-anak mereka. Apapun mereka berikan, korbankan agar anak-anak mereka tidak hanya diterima, punya masa depan yang cerah tetapi bisa bertahan. Terharu bangeeeetttt

Di akhir tahun saya mendapat tiga panggilan kerja. Yeeessssss akhirnya satu pergumulan mulai terlihat titik terang hahahahaha. Hasilnya? Satu menolak, satu menerima dengan statu tidak tetap dan satu masih dalam proses. Jadi, saya ingin bekerja sesuai dengan cita-cita, yaitu ingin menjadi dosen. Satu menolak karena bukan cita-cita dan juga dari pihak sana membutuhkan yang lebih. Yang masih dalam proses sampai saat ini masih diproses, hahahaha. Yang diterima ini adalah menjadi dosen dengan status tidak tetap. Walaupun begitu senangnya udah berlimpah banget rasanyaaaaa, yyooooooo!!!!


Selain itu semua, sebenarnya masih banyak lagi kejadian-kejadian di tahun 2016 yang sangat kusyukuri dan membuat tahun kemarin itu sangat berkesan. Tetapi beberapa cerita yang saya share diatas sudah cukup mewaliki betapa bersyukurnya saya. Itu semua membuatku siap diproses ditahun 2017. Semoga bisa memberikan inspirasi ya buat yang baca. Yang meluangkan waktu membaca tulisanku yang masih berantakan ini hahahahahahaha. Sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya.



Salam hangat



XOXO
DedewRusama


Komentar