15/05/2017 23.17 Surabaya panas
Akhirnya bisa nulis blog lagi...
Lama banget ga meluangkan waktu, yaaahhh alasan klasik karena sibuk banget.
Iyaappp sibuk yang saat ini sedang kusenangi. Jarang-jarang kan ada kesibukan
yang tetap membuat hati senang. Eehhhmmm, ga juga sih teteplah ada jengkelnya
juga, betenya juga tapi tidak menyurutkan semangat hehehehe... Dibalik itu rasa syukur yang paling besar
yang selalu dan tiap hari diucapkan, dipanjatkan karena diberi kesibukan ini.
APA ITUUUUUU???
Ditulisanku yang sebelumnya,
salah satu harapan atau keinginanku di tahun ini yang terlaksana adalah
mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan cita-citaku, daaaaannnnn itu
kesampaian gaeesss. KESAMPAIAAAANNNN!!!!! Bagaimana ga bahagia cobaaaa....
Yaaappp, kesibukanku saat ini adalah menjadi seorang dosen di salah satu
universitas swasta di kota Surabaya. Ga pernah menyangka karena di awal tahun
proses mewujudkan cita-cita ini susah banget, seakan-akan banyak pintu yang
tertutup menuju cita-cita ini. Mari kuceritakan yaaaaaahhhhh
Akhir tahun 2016, tepatnya akhir
november, salah satu temanku yang kece, namanya Mbak Vika ngasih tahu kalo
ditempatnya ada lowongan pekerjaan sebagai tenaga humas, karena sedang
dibutuhkan. Waktu dikasih tahu, akunya niat ga niat gitu, secara walopun
basicnya komunikasi tapi sejak kuliah hingga kuliah kedua kali dan lulus ga
minat dengan profesi humas atau public relations. Walopun banyak orang-orang
terkasih yang bilang aku cocok dibidang itu. Jadi waktu ngelamar pun dengan
niat kalo diterima syukur, kalo enggak juga syukur. Jadi kalo diterima tetap
tinggal di surabaya, kalo enggak ya balik ke makassar. Di saat yang sama juga
mengirim lamaran ke universitas-universitas swasta di surabaya dan luar
surabaya. Pertengahan bulan desember, dipanggilah saya oleh pihak tempat Mbak
Vika bekerja dan menjalani serangkaian tes. Nah, disaat yang ga begitu
bersamaan, almamater S1ku juga memanggil dan menawarkan pekerjaan dosen luar
biasa a.k.a tak tetap gitu. Saat itu aku pikir-pikir dan juga setelah sharing
dengan kakak ktb, akhirnya kupilihlah dosen LB tersebut. Ceritanya selesai??
Belumlaaaahhhhhh, lanjuttt....
Akhir desember 2015 sebelum
pulang ke makassar untuk natalan, tempatku melamar humas manggil karena ada
yang ingin dibicarakan terkait lamaranku sebagai humas itu. Aku menyanggupi datang
karena kupikir sekalianlah aku juga mengutarakan penolakanku bekerja disitu.
Disinilah dimulai kehidupanku sebagai dosen sodara-sodara!!!!! Jadi yang
dibicarakan pihak tersebut adalah menolak lamaranku sebagai humas karena yang
dibutuhkan adalah seorang pria daaaannnnn menawarkan kalo saya menjadi dosen di
FISIP universitas tersebut. Saya diberi waktu memikirkan selama beberapa
minggu, sampai pertengahan januari sambil mengirim ulang lamaran dengan perihal
lowongan dosen. Apa aku lakukan? Enggak sama sekali karena kupikir sudahlah
ambil yang di malang aja, almamaterku itu. Jadi sampai akhir januari saya
enggak melakukan apa-apa, Cuma siap-siap nuat pindah ke Malang.
Awal februari pihak universitas
menelpon untuk meminta saya datang untuk membicarakan soal PEKERTI. PEKERTI?
Apa itu?? Karena ga tau aku tanyalah ke Mbak Vika, dan ternyata kata Mbak Vika
“itu semacam pelatihan untuk dosen baru, berarti kamu sudah diterima dew
sebagai dosen baru”. Kaget donk akunyaaaa, secara ga mengirim ulang lamaran,
tapi kok diterima. Jadi datanglah saya dan dijelaskan kalo memang saya sudah
diterima dan harusnya sudah mulai masuk kerja tanggal 1 Februari. Anda tahu
saya ke kampus tanggal berapa? Tanggal 10 Februari, gilaaakkkk kaaannnn, kudu
tobat gue. Terus dijelaskanlah jabatan saya sebagai dosen tetap, hak dan
kewajibannya apa, dan bal bla bla bla bla bla. Jujur aja yang bla bla bla itu
udah ga aku dengar karena kayak mimpi gitu lho, diterima sebagai dosen tetap.
Lalu dianter ke gedung FISIP, bertemu KAPRODI dan teman-teman dosen yang baru
dan dosen-dosen senior yang kece-kece. Dan dimulailah hidupku yang baru sebagai
dosen tetap.
SYUKUR!! Yaappp itu yang selalu
kulakukan dan berusaha kulakukan tiap pagi, tiap kali bangun pagi. Syukur
karena melewati proses yang sangat unik, bagaimanapun mo menjauh kalo DIA
menaruh disitu ga akan kemana-mana. Syukur karena bertemu dengan orang-orang
yang membantuku beproses. Aku ingat banget sharing dipertemuan terakhirku
dengan kakak ktbku, beliau mengatakan “dew, ga usah aneh-aneh deh kamu itu.
Kalo memang Tuhan tempatkan itu ya itu, ga usah menawar” dan itulah yang
kualami. Melihat kebelakang proses tiap proses yang diijinkan olehNya membuatku
makin dewasa, kuat dan percaya padaNya. Diawal aku bilang rasanya semua pintu
ditutup, tetapi sebenarnya bukan semua pintu, tetapi semua pintu yang tidak
sesuai dengan kehendakNya padaku. Dan pintu ini dibuka lebar-lebar olehNya.
Saya bergumul lebih dari setahun dan inilah hasilnya, indah pada waktuNya,
bukan waktuku.
Salam XoXo,
dedewrusmana
Komentar
Posting Komentar