Langsung ke konten utama

Dikenang bagaimana?


01/11/2018 12.56 Surabaya lewat tengah malam

Akhirnya bloggku update, hohohoho.... Aslinya kalau baca jangan dengan ekspresi bahagia, tapi asli malu banget. Gila setahun lebih baru update tulisan. Kemana tuh semangat membara nulis jaman dulu. Maapkeun sangaaatttt, hiikkssss... Semoga ini bukan awal dari awal dari awal dari awal tapi tetap konsisten troossss.... FYI, bagi yang baca, ini 3 hari menjelang usia saya menjadi 30 tahun. Busyet, antara senang dan sedih. Senang karena masih bisa merasa deg-degan gue mo tiga puluh tahun. Sedih karena belum menjadi manusia yang pantas memasuki usia tiga puluh. Kenapa kubilang belum pantes? Biasa, masih berkutat dengan kehidupan sosial dimana masih memikirkan apa kata orang. Kata orang usia tiga puluh itu harusnya kayak gini, kayak gitu, udah begini, udah begitu, bla bla bla, bla dan bla. Naahhh, saya masih ditahap kata orang, masih belum kata saya, hehehehe…. Semoga bisalah yaaakkkkk….

Btw, yang hari ini ingin kubagikan adalah pernah ga kamu kamu kamu yang baca tulisanku ini memikirkan “setelah meninggal, kita akan dikenang seperti apa atau bagaimana?” Entah mungkin Sang Empunya Hidup sedang memberikan suatu teguran atau reminder padaku dalam beberapa hari ini. Beberapa minggu yang lalu dan kemarin ada dua anak didikku di sebuah UKM yang Kubina berduka karena mama mereka meninggal. Dan tadi malam sekitar jam 9 malam, ibuku memberi kabar kalua suami salah satu teman gereja ibu juga meninggal. Setelah itu aku membaca suatu tulisan dan contohnya pun tentang seorang wanita baik yang meninggal. Tapi yang menggelitik pikiranku adalah dalam tulisan yang kubaca ada kalimat “saat kamu meninggal ingin dikenang seperti apa?”. Sejujur-jujurnya aku belum pernah memikirkan hal itu. Intinya hidupku ga menyusahkan orag, hidupku berjalan aman, itu sudah cukup. Tapi nyatanya ga begitu. Jangankan ga menyusahkan orang, hidup lurus aja susahnya minta ampun. Dari bangun tidur udah harus memikirkan hari ini jangan sampai melakukan kesalahan, harus nerjalan lancar, dll. Pada saat mau tidur sering diingatkan apa saja yang sudah dilakukan, dan pasti terselip kejadian kalua sudah membuat orang bete, kerjaan ga lancar, dll.

Sebenarnya, aku ingin dikenang seperti apa oleh orang disekitarku? Ini mungkin akan menjadi pergumulan sepanjang hidup. Kalau kubilang ingin dikenang sebagai orang baik, sebaik apa? Apa itu baik? Dikenang sebagai orang biasa, ya sama, biasa itu kayak gimana? Kok ga ada effortnya banget? Padahal hidupku ga biasa-biasa amat, hahahaha. Mungkin lebih menyenangkan kalau ku dikenang sebagai dewi dengan segala kelebihan dan kekurangan tapi berdampak. Sejujurnya, aku masih ragu apakah hidupku sudah berdampak dan menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi setidaknya dalam hidupku, ku sudah berusaha dan terus berusaha. Semangat berdampak!!!


Salam hangat




XoXo
DedewRusmana

Komentar